#psikologi
Ada 6 istilah dengan tag ini.
- sunk cost fallacykekeliruan biaya yang sudah tertanamSunk cost fallacy adalah kesalahan dalam mengambil keputusan ketika seseorang tetap mempertahankan sesuatu yang sebenarnya sudah tidak menguntungkan hanya karena telah menginvestasikan banyak waktu, uang, tenaga, atau usaha di dalamnya. Seseorang yang mengalami pola pikir ini cenderung merasa bahwa berhenti berarti menyia-nyiakan semua pengorbanan sebelumnya, sehingga terus mengeluarkan sumber daya meskipun peluang keberhasilannya semakin kecil. Fenomena ini sering ditemukan dalam bisnis, investasi, pendidikan, pekerjaan, dan hubungan pribadi. Contohnya, seseorang tetap mempertahankan bisnis yang terus merugi karena sudah menghabiskan banyak modal, padahal kondisi menunjukkan bahwa menutup bisnis tersebut mungkin merupakan keputusan yang lebih rasional. Dalam pengambilan keputusan, biaya dan usaha yang sudah dikeluarkan seharusnya tidak menjadi satu-satunya alasan untuk melanjutkan sesuatu. Yang lebih penting adalah mempertimbangkan manfaat, risiko, dan konsekuensi dari keputusan selanjutnya.
- peer pressuretekanan dari teman sebayaPeer pressure adalah pengaruh atau tekanan yang diberikan oleh teman sebaya atau kelompok sosial terhadap seseorang agar mengikuti perilaku, keputusan, gaya hidup, atau kebiasaan tertentu. Tekanan ini dapat muncul secara langsung melalui ajakan, bujukan, atau tantangan, maupun secara tidak langsung karena seseorang merasa harus menyesuaikan diri agar diterima oleh kelompoknya. Peer pressure sering dibahas dalam konteks remaja dan pergaulan, misalnya ketika seseorang ikut merokok, minum alkohol, melakukan tindakan berisiko, atau mengikuti tren tertentu hanya karena teman-temannya melakukan hal yang sama. Namun, pengaruh teman sebaya tidak selalu bersifat negatif. Lingkungan pertemanan juga dapat mendorong seseorang untuk belajar lebih giat, berolahraga, mengembangkan keterampilan, atau membangun kebiasaan positif. Dampaknya bergantung pada jenis pengaruh, lingkungan sosial, serta kemampuan seseorang dalam mengambil keputusan secara mandiri.
- confirmation biasbias konfirmasiConfirmation bias adalah kecenderungan seseorang untuk lebih memperhatikan, mencari, dan mempercayai informasi yang mendukung keyakinan atau pendapat yang sudah dimilikinya, sekaligus mengabaikan informasi yang bertentangan dengan pandangannya. Bias ini membuat seseorang cenderung memilih bukti yang memperkuat apa yang ingin dipercayai daripada menilai suatu informasi secara objektif. Fenomena ini dapat terjadi tanpa disadari dan sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika seseorang membahas politik, agama, kesehatan, investasi, atau isu kontroversial lainnya. Misalnya, seseorang yang sudah yakin bahwa suatu produk sangat bagus hanya akan mencari ulasan positif dan menganggap ulasan negatif sebagai sesuatu yang tidak dapat dipercaya. Confirmation bias juga berperan dalam penyebaran informasi keliru karena seseorang cenderung membagikan informasi yang sesuai dengan keyakinannya tanpa memeriksa kebenarannya secara menyeluruh.
- scapegoatkambing hitamScapegoat adalah istilah yang merujuk pada seseorang atau kelompok yang dijadikan pihak untuk disalahkan atas suatu masalah, kesalahan, atau kegagalan, meskipun mereka belum tentu menjadi penyebab sebenarnya. Tindakan menjadikan seseorang sebagai scapegoat sering dilakukan untuk mengalihkan perhatian dari pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atau menghindari konsekuensi atas kesalahan sendiri. Istilah ini dapat ditemukan dalam lingkungan keluarga, tempat kerja, politik, organisasi, hingga konflik sosial. Sebagai contoh, ketika sebuah proyek perusahaan mengalami kegagalan akibat keputusan manajemen yang buruk, seorang karyawan tingkat bawah justru dijadikan pihak yang bertanggung jawab agar pimpinan terhindar dari kritik. Scapegoating merupakan tindakan melemparkan kesalahan kepada pihak lain dan sering kali melibatkan ketidakadilan, manipulasi, atau penyalahgunaan kekuasaan.
- doomscrollingmenggulir berita kehancuranDoomscrolling adalah kebiasaan terus-menerus menggulir layar ponsel atau perangkat digital untuk membaca berita dan informasi negatif, mengkhawatirkan, atau menyedihkan, meskipun aktivitas tersebut justru membuat seseorang semakin cemas dan tidak nyaman. Istilah ini banyak digunakan untuk menggambarkan perilaku pengguna media sosial yang terus mengikuti berita tentang bencana, konflik, kejahatan, krisis ekonomi, penyakit, atau berbagai peristiwa buruk lainnya. Seseorang yang melakukan doomscrolling sering kali berniat mencari informasi terbaru, tetapi akhirnya menghabiskan waktu jauh lebih lama daripada yang direncanakan. Kebiasaan ini dapat membuat pikiran sulit beristirahat, meningkatkan kecemasan, mengganggu konsentrasi, dan memengaruhi suasana hati. Istilah ini semakin populer seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan konsumsi berita melalui ponsel.
- gaslightingmanipulasi agar seseorang meragukan kenyataanGaslighting adalah bentuk manipulasi psikologis ketika seseorang berusaha membuat orang lain meragukan ingatan, persepsi, perasaan, atau penilaiannya sendiri. Pelakunya dapat menyangkal kejadian yang sebenarnya pernah terjadi, memutarbalikkan fakta, mengubah cerita, atau menyalahkan korban hingga korban mulai mempertanyakan kewarasannya sendiri. Istilah ini sering digunakan dalam konteks hubungan romantis, keluarga, pertemanan, maupun lingkungan kerja. Contohnya, seseorang ketahuan berbohong, tetapi justru meyakinkan pasangannya bahwa kejadian tersebut tidak pernah terjadi dan pasangannya hanya terlalu sensitif atau mengada-ada. Gaslighting bukan sekadar perbedaan pendapat atau kebohongan biasa, melainkan pola manipulasi yang dapat merusak kepercayaan seseorang terhadap dirinya sendiri.