#komunikasi
Ada 3 istilah dengan tag ini.
- dog whistlepeluit anjingDog whistle adalah istilah dalam komunikasi dan politik yang merujuk pada pesan, pernyataan, atau simbol yang memiliki makna tersirat bagi kelompok tertentu, tetapi terdengar biasa atau tidak mencurigakan bagi masyarakat umum. Istilah ini berasal dari peluit khusus yang menghasilkan suara berfrekuensi tinggi sehingga dapat didengar oleh anjing, tetapi tidak oleh manusia. Dalam konteks sosial dan politik, dog whistle digunakan untuk menyampaikan pesan tertentu secara tidak langsung tanpa mengungkapkan maksud sebenarnya secara terbuka. Teknik ini terkadang dimanfaatkan untuk menarik dukungan kelompok tertentu, menyampaikan sentimen diskriminatif, atau membangkitkan prasangka terhadap kelompok lain sambil tetap menjaga agar pesan tersebut dapat disangkal oleh pembicaranya. Makna sebuah dog whistle sangat bergantung pada konteks, sejarah penggunaan simbol, pilihan kata, dan siapa yang menjadi sasaran komunikasinya.
- read the roommembaca ruanganRead the room adalah idiom bahasa Inggris yang berarti memahami situasi, suasana, dan kondisi emosional orang-orang di sekitar sebelum berbicara atau bertindak. Ungkapan ini berkaitan dengan kemampuan membaca keadaan sosial, seperti mengetahui kapan seseorang sedang serius, kapan sebuah lelucon pantas disampaikan, atau kapan sebaiknya seseorang tidak membahas topik tertentu. Orang yang mampu read the room biasanya dapat menyesuaikan ucapan dan perilakunya berdasarkan suasana serta reaksi orang lain. Sebaliknya, seseorang yang tidak mampu memahami situasi sosial dapat dianggap tidak peka, tidak tahu waktu, atau kurang memiliki kepekaan terhadap perasaan orang lain. Ungkapan ini sering digunakan dalam lingkungan pertemanan, pekerjaan, rapat, acara formal, maupun percakapan di media sosial.
- backhanded complimentpujian dengan tangan belakangBackhanded compliment adalah ungkapan yang menggambarkan pujian yang sebenarnya mengandung sindiran, kritik, atau penghinaan terselubung. Sekilas, kalimatnya terdengar seperti apresiasi, tetapi jika diperhatikan lebih dalam, terdapat unsur merendahkan orang yang menerima pujian tersebut. Contohnya adalah ketika seseorang mengatakan, Kamu pintar juga untuk orang yang tidak pernah kuliah. Kalimat tersebut tampak memberikan pujian atas kecerdasan seseorang, tetapi sekaligus menyiratkan bahwa orang tanpa pendidikan tinggi biasanya dianggap kurang pintar. Ungkapan seperti ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari, lingkungan kerja, pertemanan, dan interaksi sosial. Backhanded compliment juga dapat disampaikan dengan nada bercanda, sarkastis, atau seolah-olah tidak memiliki maksud buruk.